Tampilkan postingan dengan label untaian kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untaian kata. Tampilkan semua postingan

sssshhhhttt... diamlah!






Apa yang harus kulakukan?
Pada siapa bisa kutumpahkan pedih dan lara?
Kemana kuharus pergi tuk sandarkan lemahnya raga?
Agar lara ini tak membuatku koyak…

Sadarkah kau aq terluka?
Hingga tak sanggup lagi meratap
Hanya lara dan lara yang terasa…

Pedih…
Perih…

Aah..bahkan tak satupun aksara mampu menggambarkannya!

Luka…
Lara…

Merongrongku hingga habis daya..
Menguasai sukma..
Memenuhi raga..
Membuat lenyapnya asa..

Hilang sudah kekuatan untuk bernafas!

Sadarkah kau aq terluka?

Jadi diamlah!
Jangan sibuk ucapkan maaf, jika kau tak tahu bagaimana rasanya…
Jangan ribut berkatakata, jika kau tak mengerti bagaimana menyembuhkannya…

Diam!
Diamlah!!!


Atau luka ini akan bernanah!!!


*

untaian kata rinzhara

kau adalah kemunafikan


Bagaimana bisa kau selalu bicara tentang cinta dan kebahagiaan,
Jika pada akhirnya hanya luka dan kepedihan yang kudapat..

Bagaimana bisa kau tersenyum penuh kemesraan,
Jika saat yang sama kau sibuk menebar benih kebencian..

Bagaimana bisa kau selalu menjanjikan terang,
Jika saat yang sama kau sibuk memadamkan sinar..

Bagaimana bisa putih yang kau janjikan,
Tapi justru kegelapan yang kau berikan..

Bagaimana bisa???

Bagaimana bisa kau penuh kemunafikan,
Dan membodohiku begitu rupa?



Untaian kata rinzhara


image by bungil




tanpa jejak tapak

tik tak.. tik tak..
detik bergerak
cepat..
tepat..
berirama..
seiring dengan bergantinya masa
bersama datang dan perginya senja

tik tak..tik tak..
dan terus berdetak
berulang-ulang tanpa jeda
membuat sesak
membutakan asa
membekukan gerak..

tik tak..tik tak..
dan detakpun berderak
pekak
telak
tanpa jejak

tik tak..tik tak..
tik tak..tik tak..

tik tak..tik tak..
tik...
...
tak!
...

dan perlahan gaung detakpun menghilang..
aku tercengang
...

tak satupun tapak tercetak




Masih dalam #tanpajejaktapak - 2


saat waktu berjalan bagai kilat
saat mereka tumbuh pesat
saat perubahan terjadi begitu cepat

kemana harihari berlalu?
dimana detikdetik itu berlabuh?
kelu
pilu
rindu pada detak yang bertalu

dan aku tergugu..
membeku..
bersama tahuntahun yang membisu

Untaian kata - Rinzhara

lelaki dari masa entah

Lelaki itu datang dari masa entah
menyapa dan bercerita..
tentang aq di matanya
tentang getaran rasa yang tak terkata..
tentang sebuah titik kisah dalam album yang tersimpan..

Lelaki itu datang dari masa entah
tersenyum dan menjalin kata..
betapa aq adalah keindahan
betapa menyenangkan kebersamaan
betapa indahnya jika rasa terjalin dalam sebuah kisah..

Lelaki itu datang dari masa entah..
menatap mata dan mengulurkan ikatan..
menawarkan sebuah titik untuk mengawalinya..

Lelaki itu datang dari masa entah
mendekat dengan bilah di genggaman..

Lelaki dari masa entah itu datang untuk menorehkan luka!


untaian kata rinzhara

Terusik Rasa


Aku tahu kau ada disana, menatapku dari kejauhan, mengamatiku tanpa berkejap.
Inginku menyapamu dan bertanya, tentang mengapa dan apa yang salah, tentang rasa dan masihkah kau simpan rindu yang sama..
 
Inginku kembali mengulang kisah..memperbaiki kesalahan yang pernah kubuat, memohon maaf atas semua amarah masa silam dan kembali menyemikan rasa..
Seperti dulu..seperti saat-saat indah masih jadi milikku..

Tapi kembali relungku berkata..
Untuk apa?
Bukankah semua telah usang?
Seperti yang kuinginkan..
 
Buat apa?
Hanya untuk mengulang kesemuan?
Hanya untuk menuai sakit yang sama?
Tidak ingatkah akan semua perih dan duka?
Tidak ingatkah akan semua keterpuruan rasa?
Inginkah kembali mengulang kisah penuh air mata?

Tak ada yang indah dalam kisah masa silam!
Tak ada! Karena semua hanya kesemuan! Karena yang ada hanya luka!
Tak ada kebahagiaan yang didapat dengan cara yang salah..tak ada kebahagiaan yang bisa berdiri diatas luka lainnya..tak ada kebahagiaan yang bisa didapat dari pengkhianatan..tak ada..tak akan pernah ada!!

Sudahlah!
Lanjutkan langkah! Dan pungut semua sisa kebahagiaan yang pernah tercampakkan..
Bangun kembali rasa yang pernah tersisihkan..
Dan raih semua keindahan yang ada digenggaman..
 
Tanpanya!!
 
tanpa dirinya..

Ahh..betapa susahnya mendustai rasa..



Goresan rasa Rinzhara

menantimu


Betapa kuingin lagi lihat kau tersenyum..
Ahh andai mungkin bahkan kuingin sekedar tahu kabarmu..
Kadang keinginan itu tak terbendung..
Mengenang dan merindu..
Membayangkan kisah kita tetap utuh..
Berharap tak pernah ada badai itu!
Ahh..
Kenapa bayangmu tak sanggup terhapus?
Bahkan dengan panjangnya rentang waktu..
Kenapa rasa ini begitu menggebu?
Bahkan setelah kuberlari menjauh..

Ahh..
Andai kutahu rindu bisa begitu menyakitkan..
Kan kutahan curiga..
Dan tak kan kucecar kau dengan prasangka..
Andai kutahu rasa ini tak mudah hilang..
Kan kunikmati adanya
Dan mungkin kini kita masih bersama!

Ahh..
Betapa kuingin mengubah rasa
Bahkan andai mungkin kutak ingin ada jumpa..
Jika duka akhirnya yang kudapat
jika airmata akhirnya yang kau berikan..

Ahh..
Setidaknya beri aku satu kesempatan tuk meminta..
Kembalikan hatiku yang telah kau bawa!
Meski penuh luka..
Meski hatiku tak lagi berwarna..
Meski pada akhirnya hati itu kan membeku tanpa asa!!


By rinzhara

Upz..Maaf sayang..


Kutahu kau terus mengikutiku
Kurasakan adamu
Kucium keberadaanmu
Dan kubuat kau ria dengan tangisku
Ahh ya! Andai kau tahu semua palsu
Andai kau tahu ada senyum di sudut
Andai kau tahu semua hanya tipu

Seperti tipu rasaku
Seperti air mataku yang palsu
Seperti adanya diriku bagimu

Ahh ya! Tanpa kau sangka
Aku tertawa bahagia
Melihat bayangmu dalam gelap
Mencium baumu yang tak sedap
Yang terus mengintipku tanpa jeda

Ahh maaf sayang!
Kau bahkan tak berharga untuk dikenang
Upz maaf!!


by Rinzhara

ahh..sudahlah!

Aku mengerjap!
Tertunduk sungkan saat kau menatap
Tersenyum rikuh saat kau merengkuh
mendekapku hingga melenguh!
Lirih mendesah!
Saat kau mulai ukir kisah indah
Menggeliat seirama sentuhan yang menggoda.
Perlahan tarian kenikmatan merasuki sukma
Binar-binar berpijar bersama percik api yang menyambar
Desah nafas, lenguh nikmat berpacu dengan derit yang bergelora
Rengkuh dan pagut saling berlomba, Tersengal oleh tetes keringat
Dan semua pijar menyala, Menyilaukan rasa, Menenggelamkan jiwa!
Hingga api berkobar, membutakanku dalam gelombang rasa
Menyeretku dalam arus derasnya
Aku tersengal menggapai dalam kegelapan yang hampir meledak..

Sesaat..
Dan terhempas dalam jurang yang begitu menyakitkan
…………………………
Hampa!
Ahh..sudahlah!

By Rinzhara

meski kau tlah berlalu dariku

Awalnya kukira akan sulit bagiku berjalan.. Tanpa rengkuhmu yang menuntun langkah.
Sudah terbayang betapa terasa kelam.. Tanpa kau yang memberikan warna.
Hingga asaku patah.. Begitu kau menjauh dan sirna.
Hingga kutak sanggup menapak.. terbebani mimpi yang karam..

Dan aku terpuruk.. takut akan bayangan..

Belum kucoba melangkah tapi gamang sudah menghadang,
Belum kucoba melihat tapi gelap yang terbayang..

Dan aku terus terperosok dalam gelap yang kucipta..

Hingga kudengar tawamu dikejauhan.. Hingga kulihat bayangmu bermesraan dengannya.. Hingga kesadaran memaksaku membuka mata lebar-lebar..
Bahwa kau tak melihatku meski sekilas!
Dukaku tak mencegah langkahmu menjauh.. Air mataku tak membuatmu tertegun iba padaku..
Bahkan jeritanku tak menggerakkan lenganmu datang merengkuh..
Kau terus berlalu tanpa sekalipun menoleh padaku..

Dan dukapun berubah menjadi luka penuh darah.. Darah yang terus meneteskan amarah..
Aku tak rela terbelenggu kelam!
Sementara kau disana tertawa tanpa rasa bersalah.. Tak mengingat janji yang terucap.. Tak peduli dengan benih yang telah kau sebar

dan amarahpun perlahan berubah menjadi dendam..
Kan kubuat kau menyesal telah berlalu tanpa sapa.. Kan kubuat kau menangis mencampakkanku begitu saja.. Kan kubuat kau berlutut memohon rasa..

Kan kubuat diriku indah dan berwarna.. Kan kuhadirkan tawa dan ceria.. Kan kulukis banyak bahagia..
Hingga diriku tampak jelita.. Hingga cahayaku gemerlap.. Hingga kau mampu melihat..
Dan
Akhirnya aku mampu berucap..
Bumi tak kan berhenti berputar meski hatiku tlah kau patahkan!!



By Rinzhara

masih menantimu


Salahkah jika ku masih menunggu?
Karena saat kau berlalu, tak ada kata dan lambaianmu
Kau pergi tanpa kutahu
Dan aku tetap terpaku
Menantimu!

Salahkah jika kumasih menyimpan rasa?
Karena saat menghilang, kau masih meninggalkan janji setia
Memintaku untuk menggenggam asa
Hingga kau kembali datang tuk menyemikannya bersama

Salahkah jika aku masih merindu?
Kau kan kembali hadir dan tersenyum
Salahkah jika aku masih berharap?
Kau kan kembali datang bawa cinta..

Ahh..sudahlah!

Andaikanpun kau bilang keliru
Aku bahkan tak tahu
Bagaimana cara memudarkannya dari kalbu

Ahh.. kasih!
Andai kau mengerti..
Bahkan dengan luka yang kau beri
Aku masih mengharapkanmu kembali!

By Rinzhara

dan biarkan seperti adanya


Hmm..
Kutahu kau ada, bersembunyi dalam kelam
Melihatku dari kejauhan
Kadang tak terasa tapi kadang begitu dekat

jangan mendekat!
Tetaplah dalam bayangan
Biarkan seperti adanya
Karna kutakut kembali terluka oleh sapa
Karna hatiku masih rentan oleh kata


Hmm..
Kurasakan detakmu saat ku gundah
saat mataku membasah
saat wajahku terluka
yang kau sangka karena luka kau tiada
Ahh..
Berhentilah bersuara
Kutak ingin mendengar
Tak perlu jatuh iba
Karena dukaku membuatku berwarna
Karena luka membuatku lebih tegar melangkah

Dan biarkan seperti adanya
Waktu yang akan memudarkan rasa
Waktu juga akan membuatku kembali ceria

By Rinzhara