Tampilkan postingan dengan label Januari50K - Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Januari50K - Novel. Tampilkan semua postingan

Rasa Rasan sebulan ikutan J50K


Gak pernah nyangka sukses juga ikutan event J50K..
Sukses nyelesaiin novel dan sukses mencapai 50 ribu kata dalam sebulan.
Dan yang terpenting buatku..
Sukses melawan rasa minder dan gak pe-de ikutan events ini!!

Yupz..
Tahu diri banget kalo aku gak punya bakat nulis, gak punya latar belakang nulis dan gak ngerti apa-apa soal dunia penulis.
Awalnya dah batalin ikutan events ini..
Dah delete badge J50K di blog..dah delete blogku dari daftar peserta di group..dan dah menahan diri untuk gak masuk group..
Minder!!
Banyak peserta yang dah jago nulis..
Bahkan banyak penulis yang dah punya banyak buku dan karya..
Dan..
Banyak dari mereka yang udah pada saling kenal sebelumnya..
Itu yang bikin minder dan gak pe-de..
Belum lagi kebingungan googling apa itu genre..tema itu kayak apa dan contoh-contoh sinopsis..
Beuhhhh!!!

BAB 30


CUPLIKAN BAB 30

Gunawan masih memegang HPnya meski Meeta telah memutuskan hubungan. Ada yang aneh dari diri Meeta. Dan setahunya dia belum sekalipun bersedia menemui psikoterapist yang dikirimkannya. “Ada apa denganmu Meet?” tanya Gunawan dalam diamnya.
Meeta meletakkan kembali HP di lacinya. Sambil diam termenung Meeta memikirkan kembali keputusan yang telah dibuatnya.
Tak ada lagi yang bisa dilakukannya. Hanya dengan cara inilah dia bisa membalas kebaikan semua orang. Kesaksiannya di muka sidang untuk membalas budi baik Gunawan dan kepergiannya setelah itu akan membuat hidup suaminya lebih bahagia! Dia tak akan membiarkan suaminya mengorbankan sisa hidupnya dengan menanggung malu memiliki Meeta sebagai istrinya!
Karena itulah, pergi adalah keputusan yang tepat!!
***
THE END
Salam sayang
by Rinzhara

BAB 29


CUPLIKAN BAB 29

“Apakah sudah kau dapatkan informasi tentang anak dan cucuku?”
Pengacara itu menatap Anantha dengan perasaan menyesal. Sebenarnya sudah beberapa hari dia mendapatkan informasi yang diperintahkan Anantha tentang anak dan cucunya. Dan dia tak memiliki keberanian untuk mengatakannya pada Anantha. Dia sengaja menunggu Anantha menanyakan padanya.
“Sudah Bos.”
“Dimana mereka sekarang?”

BAB 28


CUPLIKAN BAB 28

“Kau tidak bisa menghindar dari tuntutan hukum! Semua bukti menunjukkan bahwa kau memang bersalah!”
Bayu mendesah jengkel mendengar penjelasan kuasa hukumnya. Inilah yang tidak disukainya dari memiliki pengacara. Mereka akan membuatnya mengatakan yang sebenarnya!
“Kau akan dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 328 KUHP tentang penculikan dan pasal 297 tentang perdagangan wanita untuk tujuan komersial. Masing-masing dengan hukuman maksimal 12 tahun dan 6 tahun penjara.”
Bayu memijit dahinya pelan mendengar penjelasan dari pengacara yang ditunjuk oleh kepolisian untuk mendampinginya. Masa depan sudah terpampang didepannya, masa depan yang penuh kehancuran! Masa depan yang akan dilaluinya dibalik jeruji penjara. 

BAB 27


CUPLIKAN BAB 27
“Semua orang dekat saya mengatakan bahwa kamu mungkin hanyalah seorangmaaf! Pelacur yang dibayar Anantha untuk melayani kelainannya. Tapi entah kenapa saya tak pernah mempercayai mereka sejak semula. Kamu beda!”
Meeta mengangguk mengerti. Kesedihan dan rasa tidak percaya diri itu kembali menghinggapinya. Mungkin dia sekarang memang pelacur! Atau mantan pelacur?
“Jadi ceritakan apa yang terjadi sebenarnya denganmu? Kenapa kamu bisa kenal dengan Anantha?”

BAB 26


 
CUPLIKAN BAB 26

“Aku hanya ingin hukum berlaku adil pada semua pihak.” Suara Gunawan memecah keheningan diantara mereka.
Meeta hanya diam mendengarkan Gunawan. Suara Gunawan tampak lesu penuh beban.
“Aku sudah berusaha membuat semuanya berjalan di alur yang benar. Tapi apa dayaku jika semuanya menjadi menyimpang saat tak lagi berada dalam wewenangku?
“Terlalu banyak uang berbicara. Terlalu banyak tangan yang ikut mencampurinya. Terlalu besar namanya. Dan masihkah aku bisa menyalahkan jika sahabatku sendiri memilih uang dan berseberangan jalur denganku?”

BAB 25


CUPLIKAN BAB 25

Meeta menggeram pelan dan terus memejamkan matanya. Tak memperdulikan suara-suara didekatnya, tak ingin memperdulikan tangan-tangan yang mengguncang pelan tubuhnya. Mereka benar-benar telah mengganggu lelapnya! Meeta hanya ingin tertidur untuk meredakan nyeri yang dia rasakan.
Hingga terdengar suara itu di telinganya, memanggilnya dengan sebutan yang berbeda. Meeta sekuat tenaga membuka matanya, menyingkirkan denyutan nyeri di kepalanya, tak perduli dengan semua sakit yang dia rasakan dan menemukan wajah mungil itu menatapnya.

BAB 24


CUPLIKAN BAB 24

“Siang ini kami menerima bocoran informasi dari orang dalam bos.”
“Tentang apa?” Tanya Anantha dengan suara yang masih menyiratkan kemarahannya.
“Tuduhan pembunuhan.”
“Apa??” Suara Anantha menggelegar memenuhi ruangan.
“Tiga bulan yang lalu terhadap seorang gadis bernama Sinta Pranadewi.”
Anantha terkesiap dan memegangi dadanya yang terasa nyeri tiba-tiba.

BAB 23


CUPLIKAN BAB 23
 
Urusan dengan Anantha banyak membuang waktunya! Dia masih harus memeriksa kerja personilnya di rumah Bayu, masih harus ke Polres Bogor untuk mendapatkan laporan pemeriksaan Bayu Anggara dan masih harus ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Meeta.
Gunawan menghempaskan tubuhnya diatas sofa, mengamati kerja seluruh anggota timnya yang terlibat. Rasa lelah juga terlihat pada tubuh mereka. Namun semangat kerja mereka pantas mendapatkan penghargaan. Gunawan tahu akan banyak masalah yang menghadangnya sehubungan dengan kasus Anantha. Akan banyak orang yang merasa terlibat dan ingin ikut campur tangan mengacaukan penyidikannya. Akan banyak nama besar yang nantinya butuh penjelasannya.
Gunawan menghembuskan nafas lelah. Keberhasilan misinya malam ini bukan akhir dari kasus penculikan yang berhasil dia ungkapkan. Tapi justru awal langkah timnya untuk bisa memperjuangkan kasus Anantha agar bisa masuk ke meja pengadilan.
***
Anantha duduk di sofa besar dengan wajah yang masih menyiratkan kemarahan. Dia sudah menutupi tubuh telanjangnya dengan kimono kamar sesaat setelah kepolisian mendobrak pintu kamarnya dan menangkap basah dirinya sedang menendang dan menginjak-injak tubuh Meeta.
Anantha menatap wajah pengacara didepannya dengan mata tajam.
“Kemana saja kau? Aku menelponmu lebih dari dua jam yang lalu!”
“Maaf bos, saya harus menghubungi beberapa orang dulu sebelum kesini. Dan mengumpulkan berkas yang bisa digunakan untuk melakukan negoisasi penangguhan penahanan.”
“Aku tidak mau tahu apa saja yang kau lakukan. Bebaskan aku! Gunakan semua cara! Aku tidak mau ikut mereka ke kantor polisi sekarang.”
“Ada prosedur pemeriksaan yang membutuhkan kehadiran bos disana. Dan saya harus mendapatkan surat penangguhan dulu sebelum bos bisa pulang.”
“Aku tidak mau tahu apapun alasannya! Katakan pada Gunawan bodoh itu untuk tak menggangguku sekarang.”
Pengacara didepannya hanya bisa menarik nafas dalam. Merasakan betapa sulit berada di posisinya. Dia teramat mengenal sosok Gunawan. Satu dari sedikit personil kepolisian yang idealis dan memegang teguh prinsip hukum dan keadilan.
“Baik bos! Saya akan coba sekarang, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa jika pihak kepolisian menolak pemeriksaan dilakukan disini.”
Pengacara itu bergegas keluar ruangan untuk mencari Gunawan. Dan dengan langkah lesu kembali ke ruangan dimana Anantha sedang menunggu kabarnya.
Gunawan telah meninggalkan villa Anantha. Dan menunggu mereka semua di kantor polisi saat ini juga!
***

BAB 22


CUPLIKAN BAB 22..

Meeta memacu mobilnya dengan kecepatan penuh saat memasuki pintu tol Jagorawi. Ketakutan itu mengejarnya, kata-kata Gunawan terus menghantuinya. Berkali-kali dia melihat ke belakang melalui kaca spion mobilnya.
Tak ada yang terlihat! Hanya deretan lampu-lampu kendaraan yang melaju kencang seperti dirinya. Tak ada satupun yang mencurigakan! Tapi rasa takut itu tak juga mau hilang.
Dia benar-benar tak mau tahu siapa yang bersembunyi di balik kemudi di belakangnya. Sejak Gunawan menyuruhnya untuk waspada, dia mulai mengamati mobil di belakangnya. 

BAB 21


CUPLIKAN BAB 21

Meeta membereskan semua barang yang berantakan dimobilnya, sudah saatnya dia meninggalkan tempat ini dan kembali pulang ke rumah Yuli. Mobil yang membawa Bayu sudah berlalu didepannya, di rumah itu masih tertinggal beberapa personil kepolisian. Tapi Meeta merasa sudah waktunya dia pulang. 

BAB 20


Sekilas saja di bab 20



Duh..ikutan tegang pas nulis Bab 20 ini..
Deg-degan saayy…fiuuhh..
dan karena serunya sampai gak kerasa ceritanya berjalan di alur lain..weleh!
Gak boleeehhh!! Ntar macet ide lagi…:D
Hehehee..beberapa kali emang tergoda buat belokin cerita..
Tapi mencoba bertahan pada alur yang udah ditetapin di awal.. so cekidot cuplikannya!

Cuplikan bab 20..


BAB 19


CUPLIKAN BAB 19

Bayu membuka pintu cottage dengan kunci yang dibawanya. Dan mendapatkan Deta disana. Terkapar diam di atas ranjang bersimbah darah. Tubuhnya telanjang dengan banyak sekali sayatan yang mengerikan.
Bayu berlari kearah Deta, menyambar selimut yang terjatuh di ujung ranjang. Membungkus tubuh telanjang Deta dan memegang tangannya untuk memastikan denyut Deta masih ada. Setelah meyakini bahwa Deta masih hidup, Bayu segera memasukkan Deta di kursi penumpang belakang mobilnya. Mengunci pintu cottage dan memacu mobilnya keluar halaman villa.

BAB 18


 CURCOOOOOLLLL

WORDS BAB 18 = 2.170

Hari ini semangat banget nulis..
Gara-garanya mbak G dari kampung fiksi ngajakin buat ngadain ngedit bareng ntar kalo januari-nya dah kelar
Wah..seruu pastinya..
Akan banyak ilmu dan tambahan pengalaman dibidang tulis menulis..
Akan tahu apakah selama ini aku bener bikin cerita..
Akan tahu kekurangan dan kesalahan yang aku bikin..
Wah..exicted bangetttt..


BAB 17


Godaan di bab 17

Words = 2.192

Hi nekaders..
Wah..ada yang ngalamin juga gak ya?
Ditengah-tengah nulis tiba-tiba ceritanya kebawa kearah lain..:D
Di bab 17 ini, tiba-tiba ada ide buat belokin cerita..
Kelihatannya sih ntar makin seru..akan muncul konflik baru dan yang pasti ceritanya makin puaaanjaaanngg

Hadeuhhh!!
Trus kapan ceritanya selesai dong kalo gitu?
Makanya sekuat tenaga menahan diri tetap konsisten dengan sinopsis awalnya..biar ntar ditengah-tengah gak kebingungan nyari ide lagi..
Lagian ini juga dah buanyaaakkk banget..
Keren..baru kali ini bisa bikin tulisan lebih dari 1000 kata..heheee
Iyaaa..selama ini cuman sukses bikin cerita pendek yang gak lebih dari 800-an kata..
Itupun banyak yang akhirnya gak kelar karena males nerusin..:(
Event J50K emang bikin kita terpacu konsisten nulis dan nyelesain cerita..bikin kita semangat dengan ngelihat perjuangan nekaders lain.
Baru kali ini belum sebulan aq bisa ngasilin tulisan lebih dari 30.000 kata..
Wow!!
Pokoknya many thanks buat kampung fiksi yang jadi penggagas ide event ini..
Thanks ya

BAB 16




 T E R  t A T I H K U   D I  B A B  1 6


Words = 3.014


Akhirnyaaaaa.
Selesai juga bikin bab 16..
Setelah memantapkan hati untuk menutup bab 15 dengan hasil TIDAK MAKSIMAL!!
Hikz..

Susah banget menggambarkan perasaan Meeta saat ketemu anak-anaknya..
Aku dah bisa dapet feel nya Meeta saat ngelihat anaknya dari kejauhan..


Tapi nuangin ke kata-kata yang menyentuh dan menghanyutkan yang aq gak bisa..
Jatuhnya kalo gak terlalu datar..ya terlalu lebay:(
Pengennya bikin yang menyentuh tapi disesuaikan dengan karakter Meeta yang dah kubentuk dari saat penokohan..
ufffhh... kadang kata-kata memang tak sanggup ungkapkan rasa..

BAB 15


rekam jejak di BAB 15

WORDS : 2.216



Hi nekaders!

Nyampe di bab 15..disini pengennya mengupas sisi lain perasaan Meeta sebagai ibu rumah tangga yang juga korban penculikan dan korban kekerasan seksual.

Karakter Meeta yang ingin kugambarkan adalah sosok manja dan terlalu menikmati kehidupan nyamannya sebagai ibu rumah tangga. 


Sebagai korban penculikan dan kekerasan seksual, Meeta mengalami saat-saat trauma ketika menerima perlakuan biadab pengidap sadomasochisme.. 

efek trauma itu antara lain dengan pengingkaran yang memblokir rasa sakit dan tak berdaya saat terjadinya penyiksaan dan berimbas pada amnesia disosatif yang kemudian dideritanya.

BAB 14


JEJAK RASA DI BAB 14
WORDS : 2.872



Enam belas hari!
Wow! Sudah separuh jalan menuju oops or win!!
Sempet drop semangat nulis..sempet juga pengen ‘udahan ah!’ pas gak ada ide di kepala..bahkan..sempet kepikiran buat ending secepatnya…:D

Maksudnya..udah sempet kegoda buat belokin cerita sedikit dan ‘the end!’..hehehee..tapi baru nyampe 28K..masih separoh perjalanan..dan akhir januari juga masih lama..kok sayang kalo mau dibikin ending sekarang dan stop nulis.
Yo wis..daripada tuh ending cerita berhasil menggodaku, akhirnya memutuskan ambil cuti..take a rest nulis sehari..
Muter-muter ke lapak nekaders lain..baca-baca..mewek-mewek..ketawa-ketawa..marah-marah..dan penasaraaann saat cerita yang mereka tulis terputus oleh kata..’to be continued’ hehehee…

BAB 13


CUPLIKAN BAB 13
WORDS : 2.281


Sore itu Bayu pergi mengantarkan Deta ke villa Anantha. Setelah mengantarkan Deta ke cottage disamping villa, Bayu melangkah masuk ke ruang kerja si bos untuk memberitahu bahwa pesanannya telah siap.
Tampak Anantha sedang duduk dengan sebendel berkas ditangannya. Tanpa menoleh pada Bayu, Anantha mengeluarkan amplop coklat besar dari laci di mejanya dan menyerahkan pada Bayu.
“Dimana dia?”
“Sudah di cottage bos.”
Tanpa berkata-kata Anantha meninggalkan Bayu melalui pintu samping di ruangan itu. Pintu yang menghubungkan ruang kerjanya dengan cottage pribadinya di sebelah villa besarnya.

BAB 12


Cuplikan bab 12

Words : 2.608

Betapa terkejutnya Gunawan saat mendapati Meeta dirumah Agung.
“Kalian bertiga benar-benar keterlaluan. Mengejutkanku seperti ini. Untung aku gak punya penyakit jantung. Wah.. wah..kalian bertiga harus menjelaskan dengan logis, kenapa hantu bisa berada di tengah-tengah kita saat ini.”
Semua yang mendengar perkataan Gunawan tertawa. Suasana di ruangan yang sedari kedatangan Meeta terasa tegang kini mulai mencair.
“Nah justru kita mengundang kamu kesini agar bisa bareng-bareng mendengarkan penjelasan Meeta. Agar Meeta tak perlu lagi mengulang ceritanya. Iya kan Meet?”
Meeta hanya sanggup menatap Agung dengan sedih. Yuli segera duduk disebelah Meeta untuk memberi kekuatan. Cepat atau lambat dia memang harus memberi penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi. Ada baiknya dia mulai melatih hatinya dari sekarang.
“Yah..aku sendiri sebenarnya belum mengerti sepenuhnya apa yang terjadi padaku. Ingatanku masih begitu buram, aku hanya bisa mengingatnya sepenggal-sepenggal. Dan lagi aku tak memiliki bukti apa-apa. Jadi aku tak tahu apa yang harus kukatakan selain, ini lho aku, Meeta Pratiwi teman kalian. Masih hidup meski ingatannya sebagian hilang.”
Semua terdiam mendengarkan Meeta.
“Jadi pemakaman itu pemakaman siapa?”